Powered By Blogger

Rabu, 30 November 2011

EKOLOGI TUMBUHAN

SUKSESI
Komunitas yang terdiri dari berbagai populasi bersifat dinamis dalam interaksinya yang berarti dalam ekosistem mengalami perubahan sepanjang masa. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi ekologis atau suksesi.
Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis).
Di alam ini terdapat dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.

1. Suksesi primer
Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan Lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi. Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karma aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.
Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terns mengadakan pelapukan lahan.Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu. Lihat Gambar 7.11.
2. Suksesi Sekunder
Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, balk secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Contohnya, gangguan alami misalnya banjir, gelombang taut, kebakaran, angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja.
Contoh komunitas yang menimbulkan suksesi di Indonesia antara lain tegalan-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus. Lihat Gambar 7.12.
Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

1. Susunan Ekosistem
Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem tersusun atas komponen sebagai berikut.
a. Komponen autotrof
(Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan).
Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.
b. Komponen heterotrof
(Heteros = berbeda, trophikos = makanan).
Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
c. Bahan tak hidup (abiotik)
Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.
d. Pengurai (dekomposer)
Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur.
2. Macam-macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut.
a. Ekosistem darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.
1. Bioma gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput.
Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.
2. Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular
3. Bioma Hutan Basah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik.
Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
4. Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang,
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
5. Bioma taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
6. Bioma tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
b. Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.
Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.
Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.

PERLU DIKETAHUI

Memulihkan dan Memelihara fitness dg Chlorella, Nutrisi Paling Lengkap dan multi fungsi
Artikel Chlorella

Di bawah ini beberapa artikel yg membahas chlorella dalam kapasitas membantu pemulihan kesehatan, terutama pada kasus-kasus penyakit kronis dan penurunan daya tahan tubuh.

Studi Klinis Diet Chlorella Untuk Penderita Kanker otak.
Randall E. Merchant, Ph.D. Professor of Anatomy and Neurosurgery ,Virginia Commonwealth University, Medical College of Virginia, Richmond, VA 23298-0709, USA

Randall E. Merchant, Ph.D
Sejumlah studi laboratorium dan klinis telah melaporkan bahwa preparasi sari Chlorella pyrenoidosa dengan dinding sel yg dipecah dan Chlorella Jenis lain ketika diberikan baik melalui mulut atau disuntik dapat meningkatkan pertumbuhan dan penyembuhan. Lebih jauh, preparasi ini telah ditunjukkan untuk merangsang komponen sistem kekebalan dan melindungi konsumen dari infeksi/peradangan dan kanker. Presentasi ini akan dengan segera mengkaji ulang pengalaman klinis kita dengan dua suplemen dengan derivasi dari Chlorella Pyrenoidosa, Sun CHLORELLA dan Chlorella Wakasa Gold ( yang produksi oleh Sun Chlorella Corp, Kyoto Jepang)
Pasien yang menderita tumor otak primer kronis mempunyai daya ingat lemah baik oleh karena tumor sendiri maupun dalam kaitan dengan perawatan yg bertujuan membunuh tumor itu, seringkali fungsi kekebalan dalam batas kompromi mendorong kepekaan terhadap infeksi/peradangan di atas normal . Di dalam studi ini, Sun Chlorella A ( 20 g) dan Wakasa Gold ( 150 ml) ditambahkan kepada menu diet sehari-hari terhadap 21 pasien dan kesehatan umum mereka setelah dimonitor secara bulanan dengan pengujian phisik dan neurologist, ternyata sepanjang ini mereka bertahan untuk waktu dua tahun atau lebih.
Secara periodik, dilakukan pencatatan jumlah sel darah dengan diferensial secara lengkap, evaluasi cytometric untuk sel pembunuh alami dan subsets sel T, dan di (dalam) vitro lymphocyte menguji pengaktifan kadar logam, penelitian itu dibuat untuk menilai tingkat immunosuppression telah dilakukan pada contoh darah. Hasil kami, walaupun terbatas oleh sample dalam dimensi kecil yang kami dapat, dapat meyakinkan bahwa komponen selular dan fungsi sistem kekebalan bertahan pada tahap mendekati normal dan terpengaruh lebih sedikit ketika pasien sedang mengalami kemotherapi atau menjalani pengobatan immunosuppressive seperti steroids. Lebih jauh, kita telah mengamati bahwa pasien kami mempunyai infeksi/peradangan lebih sedikit yang berhubungan dg pernapasan dan bermacam-macam penyakit seperti influensa. Sebanyak tujuh pasien yang bertahan hidup dan belum menunjukkan kemunculan kembali gliomas dari mereka setelah dua tahun pelaksanaan studi.
Kita menyelenggarakan percobaan klinis terhadap subjek yang menderita suatu penyakit kronis seperti fibromyalgia sindrom, hipertensi, atau ulcerative colitis (radang usus besar) dengan mengkonsumsi Sun Chlorella A ( 10 g) dan Wakasa Gold ( 100 ml) setiap hari untuk dua atau tiga bulan. Sebagai validasi, studi klinis kecil ini telah dirancang dan dilaksanakan menurut metodologi konvensional yang telah dipakai industri farmasi untuk pengembangan dan pengujian obat. Fibromyalgia Sindrom ( FS) adalah suatu penyakit yang menyeluruh, kronis, dan jika tidak ditangani, sering melumpuhkan dan menimbulkan kekacauan system otot dengan penyebab yang tak dikenal berhubungan dengan ketidak teraturan tidur. Di (dalam) dua percobaan klinis kami yang melibatkan lebih dari enampuluh pasien FS, penurunan cukup berarti di (dalam) banyaknya intensitas dan objek luka pada penyakit ini telah diamati. Mayoritas subjek juga dicatat pembebasan gejala FS yang mencatat peningkatan di (dalam) kemampuan fungsional mereka, tingkat kesadaran, dan keteraturan tidur.
Suplementasi sehari-hari berkenaan dg menu diet Sun Chlorella A dan Wakasa Gold dalam dua bulan mendorong suatu pengurangan penderitaan dan/ atau tekanan darah stabil pada 15 dari 24 subjek dengan hipertensi ringan sampai menengah ( tekanan diastolic 90-115 mmHg). Kuisioner disusun dan diberikan kepada subjek untuk menetapkan benar atau tidaknya suplementasi dengan produk-produk Chlorella dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, hasilnya menunjukkan bahwa setelah melewati keseluruhan studi, persepsi mereka secara keseluruhan tentang kesehatan meningkat dengan mantap. Lebih jauh, suplementasi Sun Chlorella A dan Wakasa Gold mendorong kearah penurunan efek serum cholesterol secara berarti.
Ulcerative colitis (Radang usus besar/ UC) adalah suatu format kronis dan umum dari penyakit jaringan usus, penyebab penyakit radang menandai sebagai radang yang menyertakan mucosa dan submucosa dubur yang memberi secara klinis sebagai diarrhea berdarah dan sakit perut. Sembilan pasien dengan kondisi ringan sampai sedang menderita sakit dalam bentuk UC aktif yang mengkonsumsi Sun Chlorella A dan Wakasa Gold sehari-hari untuk dua bulan, melaporkan peningkatan di (dalam) gejala kesembuhan mereka. Radang yang berkurang telah dirasakan dan mengarahkan pengujian sigmoidoscopic dari mucosa berkenaan dengan dubur mereka dan menyimpulkan bahwa Chlorella mungkin telah mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi kekebalan. Hasil dari studi kami mempertunjukkan potensi untuk konsumsi sehari-hari Sun CHLORELLA A dan Wakasa Gold untuk membebaskan gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan membuat normal fungsi tubuh pasien yang menderita dari macam-macam penyakit kronis dan di bawah perawatan untuk kanker
Manfaat Pepaya untuk kesehatan, klik disini
World Convention of Traditional Medicine & Acupuncture
Singapore
March 18 & 19, 2000
THE DETOXIFICATION, IMMUNOSTIMULATION AND HEALING PROPERTIES OF CHLORELLA
Dr. Paul Tse A.H.C.M., C.E.T., C.T., R.Ac.

Summary
Chlorella adalah suatu ganggang hijau bersel tunggal yang telah hidup di air bersih untuk lebih 2.5 milyar Tahun yl. ditemukan pertama pada tahun 1800-an oleh seorang Ahli ilmu biologi Belanda, tumbuhan ini terdiri dari lebih dari 50% protein dan memiliki kandungan klorofil (butir hijau daun) dan asam nucleic ( RNA dan DNA yang paling tinggi di antara tumbuhan yang dikenal . Tidak beracun, yang merupakan suatu makanan ideal sebagaimana suatu obat kedokteran alami. Studi klinis dan riset medis menunjukkan bahwa:

1) Chlorella dapat mengeluarkan toksin seperti timah hitam, air raksa, cadmium, arsenik, pestisida, uranium, obat pembasmi serangga (insektisida), P.C.B. (Polychlorbiphenyl ) dan lain lain dari tubuh.
2) Chlorella merangsang sistem kekebalan :
Chlorella merangsang produksi interferons, macrophages dan T sel, dengan demikian berfungsi sebagai suatu stimulan terhadap kekebalan tubuh.
3) Chlorella mempunyai suatu kemampuan menyembuhkan dalam cakupan luas seperti:
menyembuhkan luka, mengatasi pancreatitis, penyakit gusi ( pendarahan gusi dan gigi lepas), P.M.S., radang sendi, atherosclerosis, tekanan darah tinggi, sembelit, sindrom kelelahan kronis, kanker, penyakit jantung dan banyak lagi penyakit langka dan umum.

Catatan ini meringkas riset dan studi major yang dilakukan pada chlorella, seperti halnya pengamatan kami secara klinis dalam 14 tahun. Tonification chlorella berpengaruh pada xue ( darah), jing ( inti sari), chi ( qi, energi penting), dan shen (spiritual) juga diterangkan menurut kedokteran tradisional Cina.

Catatan:
1. Versi Cina dari artikel ini ada di buku panduan konggres ini Bagian Cina.
2. Ada 800 lebih studi atas chlorella, telah memperoleh banyak perhatian di kalangan ilmiah dan masyarakat medis baru-baru ini dalam kaitan dengan efek stimulasi sistem imunnya.

The Researches, Studies & Observation
1) Kemampuan Detoxifikasi Chlorella
Ada banyak riset dan studi yang mempertunjukkan bahwa chlorella mempunyai kemampuan menetralisir racun/detoks pada badan . Yang berikut adalah sebagian dari laporan yang utama:
a) Suatu riset telah dilakukan di mana tikus yang telah dipisahkan ke dalam dua kelompok. Kelompok yang dipelajari telah diberi makan dengan chlorella yang telah dicampur dengan cadmium. Sementara kelompok lain diberi makan dengan cadmium tanpa chlorella.
Dasar dari eksperimen ini adalah untuk menentukan jika cadmium akan diserap oleh chlorella. Di (dalam) kelompok yang telah ditentukan, cadmium tanpa chlorella untuk 10 hari, keterlambatan pertumbuhan telah dicatat, sementara pertumbuhan normal juga telah dicatat di dalam kelompok studi. Kadar Cadmium di dalam darah telah ditentukan. Ini menunjukkan bahwa cadmium yang telah bercampur dengan chlorella tidaklah diserap ke dalam badan tikus.
b) Dr. Ichimure melaporkan bahwa ketika pasiennya yang menderita keracunan dari cadmium mengkonsumsi 8 gram chlorella per hari, selama 12 hari, cadmium di dalam kotoran pasien meningkat 3 kali lipat dari keadaan awal. Setelah 24 hari mengkomsumsi chlorella, cadmium di (dalam) air seni telah meningkat 7 kali lipat dari kondisi awal, dan rasa sakit pasien dari keracunan cadmium dengan jelas berkurang. 1
c) Dr. Uda dari Kitakyushu City Institut untuk Riset Polusi Lingkungan di Jepang memberi dosis sehari-hari 4 s/d 6 gram chlorella untuk satu tahun kepada 30 pasien yang menderita karena Ekspose PCB (Polychlorbiphenyl) hasilnya adalah: mengurangi kelelahan, pencernaan lebih baik, dan pergerakan usus normal. 1
d) Dr. Pore dari School of Medicine, West Virginia University, menyelenggarakan suatu studi mengenai detoksifikasi chlorella :
chlorella telah diberikan pada tikus yg diracuni dengan chlordecone ( suatu yang sangat berbahaya chlorinated obat pembasmi serangga hidrokarbon).
Ia menemukan bahwa chlorella bersenyawa dengan chlordecone yang dicernakan melewati bidang gastrointestinal dan telah tereliminasi dari tubuh tikus. 1
e) Kemampuan Chlorella dalam hal detoxifikasi telah ditunjukkan dalam studi lain: suatu kultur dari jamur brewer's telah diberi suatu dosis yang mematikan dari racun yang berisi PCB, air raksa, tembaga, dan cadmium. Ketika chlorella ekstrak ditambahkan pada campuran ini , jamur brewer's tinggal dalam keadaan hidup; kelompok lain tanpa ditambahkan chlorella seluruhnya musnah oleh racun. 2
f) Studi lain telah menunjukkan dinding sel chlorella menyerap dan mengikat uranium 5, timah hitam 6, dan racun arsenic , dan sesudah itu menghilang dari tubuh mereka.
g) Studi Laboratorium menunjukkan bahwa dinding sel, sporopollenin1 ( suatu carotene-like polymer), dan klorofil dari chlorella berperanan penting dalam kemampuan detoksifikasi dari chlorella. 1,2,7,13 Karakteristik ini menarik zat beracun dari lingkungan nya dan mebuangnya dari badan, ini adalah suatu penemuan yang penting. Toksin ini seperti logam berat, material radio-aktif, pestisida hidrokarbon dan obat pembasmi serangga mungkin ditemukan di air di sekitar kita, udara, dan rantai makanan. Hal ini pada gilirannya menciptakan penyakit, termasuk kanker, alergi, permasalahan kulit, kekacauan neurologis, dan lain lain. Chlorella, suatu unsur alami, mempunyai karakteristik untuk menangani permasalahan yg berhubungan dengan toksin ini.




2) Immunostimulation Property Chlorella
Ada banyak riset dan studi yang membuktikan bahwa chlorella mempunyai kemampuan untuk merangsang sistem kekebalan. Yang berikut adalah sebagian dari laporan yang utama:
a) Di Departemen Imunologi, Bioregulation Medical Institute, Kyushu University, Jepang,
Chlorella Growth Factor ( CGF, suatu ekstraksi chlorella yang berisi derivative asam nucleic, asam amino, peptides, protein, vitamins, gula, dll.) telah disuntik ke dalam tikus-tikus yang kemudian diberi suntikan sel kanker. Percobaan ini menunjukkan bahwa CGF merangsang polymorphonuclear leukocytes ( suatu jenis sel darah putih) untuk menyerang sel kanker, memperpanjang hidup tikus-tikus dibandingkan dengan kelompok tikus-tikus yang tidak pernah menerima CGF. 9
b) Suatu eksperimen menunjukkan bahwa mencernakan chlorella dapat merangsang macrophage, interferon, dan produksi T sel, menghasilkan anti-tumor, anti-bacteria dan anti-viral effects. 1.7.12.17
c) Peneliti pada Kanazawa Medical University ( Jepang) dan Taipei Medical University ( R.O.C.) yang melakukan eksperimen dan menemukan bahwa efek anti-tumor chlorella meningkatkan aktivitas macrophage pada objek dan aktivitas cytotoxic dari nonadherent lymphocytes. Ini adalah serupa bagi beberapa bakteri ( seperti Mycobacterium dan Corynebacterium) Yang meningkatkan respon system kekebalan pada objek'. Ini secara klinis digunakan untuk anti perawatan kanker. Chlorella tidak mempunyai sifat racun terhadap kultur sel limpa atau sel tumor di (dalam) vitro ( test tabung) dan ke tikus-tikus di (dalam) vivo ( di dalam badan). Studi ini telah dipresentasikan di Third International Congress of Developmental and Comparative Immunology, Reims, Perancis. 8
d) Para doktor Jepang menemukan bahwa jika chlorella diberikan kepada pasien kanker sebelum radiasi dan chemotherapi mereka, sel darah putih mereka tidak akan menurun tajam di saat kondisi sel darah putih sedang rendah, dan akan membuat normal lagi lebih cepat dibanding biasanya.7
e) Suatu eksperimen telah dilaksanakan pada 971 pelaut Angkatan laut Jepang yang sedang melakukan pelayaran dari Tokyo ke Selandia Baru selama lebih dari 95 hari. Kelompok Studi mengambil 2 gram chlorella per hari telah menunjukkan 26.5% lebih sedikit mengalami kedinginan, dibandingkan kepada kelompok yang tidak mengambil chlorella.10
Chlorella menurunkan tingkat kedinginan sebab merangsang badan menghasilkan lebih banyak interferons untuk melawan virus. 1,7

3) The Healing Properties of Chlorella
Chlorella berisi suatu rangkaian panjang vitamins ( mencakup Vitamin A, C, E, Beta Carotene, B1, B2, B6, B12, dll.), mineral ( mencakup zat kapur, fosfor, magnesium, besi, seng, yodium, dll.), dan bahan gizi ( seperti asam amino, protein, lemak, karbohidrat, dan lain lain). Chlorella juga berisi konsentrat klorofil yang paling tinggi dan asam nucleic ( RNA dan DNA) diantara tumbuhan hijau yang dikenal. Chlorella berisi bahan gizi yang mampu menyembuhkan seperti: vitamin A, C, E dan beta carotene yang merupakan anti oxidants yang dapat mencegah kanker dan penyakit jantung, dll., klorofil, dinding sel chlorella, dan CGF terbukti sebagai memiliki kemampuan tersebut di atas. Cakupan bahan gizi chlorella yang kaya membantu kita mencegah dan menangani suatu penyakit dengan spektrum yang luas yang disebabkan oleh defisiensi bahan gizi. Kasus ini adalah suatu masalah yang sangat umum dalam kaitan dengan pengolahan makanan dan penanganannya yang dapat melenyapkan bahan gizi di (dalam) makanan kita.
Telah hidup sejak lebih 2.5 milyar tahun, chlorella mempunyai kekuatan luar biasa dari chi ( qi, energi penting) karena daya tahannya dari kepunahan (survival). Di bawah kondisi-kondisi pertumbuhan subur dan cahaya matahari kuat, masing-masing sel chlorella membelah dalam empat sel baru di dalam satu hari. Masing-Masing sel baru mengandung unsur-unsur sedemikian sehingga dapat survive dengan sendirinya dan secara terus-menerus membagi dalam empat sel baru setiap hari. Karakteristik ini di (dalam) chlorella dan komponen-komponennya sedemikian rupa sehingga menyediakan kemampuan menyembuhkan dimana tidak dimiliki tumbuhan lain.
Ukuran chlorella adalah serupa dengan sel darah merah manusia. Struktur molekular butir hijau daun di (dalam) chlorella sangat serupa kepada hemoglobin di (dalam) sel darah merah. Perbedaan yang utama adalah bahwa hemoglobin terkonsentrasi dari suatu atom besi dibanding atom magnesium yang terkandung di molekul klorofil. Klorofil telah digunakan menangani anemia dengan sukses. Dr. Bernard Jensen melaporkan bahwa ia menggunakan cairan klorofil (butir hijau daun) untuk membantu peningkatan jumlah sel darah merah pasiennya mencapai 400,000 dalam tiga minggu. 7
Hukum " like cures like " atau " using the similar form to tonify the similar form " tentang Pengobatan Tradisional Cina ( TCM) berlaku bagi chlorella juga:
1. Dinding Sel chlorella melindungi dirinya sendiri dari lingkungannya. Hal ini merupakan perilakunya untuk membantu detoxify kita, melindungi kesehatan selular kita.
2. CGF mempunyai karakteristik "jing" ( inti sari reproduktif, unsur penting dari suatu organisma) dan chi ( qi, energi penting) di dalam TCM sebab Chlorella mempunyai qi yang luar biasa untuk mereproduksi dirinya sendiri secara terus-menerus. Potensi itu dapat memperkuat badan kita dan sistem kekebalan ( wei chi, chi yang bersifat melindungi) dan energi seksual ( untuk diterangkan kemudian).
3. Nilai gizi di dalam chlorella memungkinkannya untuk mendukung hidup mandiri, juga untuk membantu memelihara tubuh kita. Chlorella berisi semua bahan gizi yang diperlukan kita bagi suatu kelangsungan hidup sehat.
4. Ada persamaan antara ukuran chlorella dan sel darah merah kita, dan kesamaan fungsi dan struktur butir hijau daun dengan hemoglobin kita. Dua hal ini adalah sangat penting untuk kelangsungan hidup organisma yang dimiliki keduanya. Di (dalam) penggunaan secara klinis, chlorella tonifies/meningkatkan daya pada darah kita.
5. DNA dan RNA yang tinggi di dalam chlorella dapat membangun blok untuk DNA dan RNA kita ( semua makhluk hidup terdiri dari bahan kimia dasar yang sama yang membangun blok). Kita bisa menggunakan asam nucleic ini untuk peremajaan sel. Dr. Benjamin telah menggunakan makanan dengan DNA dan RNA kadar tinggi untuk membantu pasiennya mempertahankan penampilan dan energi agar tampil lebih muda. Ia juga menemukan permasalahan kesehatan seperti radang sendi, penyakit paru-paru, penyakit jantung, penglihatan memburuk, penurunan memori dan depresi yang pulih dengan masukan dari makanan ini. 13,14
Yang berikut adalah laporan utama tentang kemampuan Chlorella dalam penyembuhan dan keunggulan chlorella1-18: alergi, sakit asma, penyakit paru-paru, dingin, influensa, radang sendi, menyembuhkan luka , pancreatitis, penyakit gusi ( pendarahan gusi dan gigi lepas), P.M.S., kanker, detoxification, keracunan hati, ketergantungan alkohol, keracunan usus, sembelit, anti-viral, borok, permasalahan kulit, artherosclerosis, permasalahan cholesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, epstein-Barr sindrom virus ( yang ditandai oleh infeksi/peradangan yang berulang, alergi, dan kelelahan, serupa dg sindrom kelelahan kronis), permasalah berhubungan dg jamur candida , obesitas, encok, herpes simplex, depresi, AIDS, bisul berserat, seizure, hypoglycemia, bau badan, terbakar, ketidak seimbangan hormon, stress, eksim, jet lag, penyakit pegal pada pinggang, ketergantungan dari kecanduan obat, dan lain lain
Chlorella menetralkan badan yang bersifat asam menjadi bersifat basa. Menurut riset seorang dokter Jepang, mengkonsumsi daging dan beraneka makanan, stress dan polusi menyebabkan badan untuk menjadi bersifat asam, dengan begitu memungkinkan timbulnya penyakit. Ketika tubuh manusia lanjut usia, gagal untuk mempertahankan air, kalium, dan sodium secara efisien seperti sebelumnya, oleh karena itu menyebabkan badan juga menjadi bersifat asam. Konsumsi Chlorella dapat menetralkan badan menjadi sedikit bersifat alkali, sebab chlorella dikenal sebagai makanan yang paling bersifat alkali dan mempunyai kemampuan untuk menyeimbangkan pH badan. Dokter ini menasehatkan pasiennya untuk menggunakan chlorella sebagai makanan anti aging seperti halnya untuk penanganan banyak kasus penyakit.18

My Clinical Observation
Secara klinis, saya menggunakan chlorella sebagai suplemen gizi, sebagai tambahan terhadap Traditional.China.Medicine (TCM). Perawatan seperti akupunktur dan herbal. Saya temukan chlorella mempunyai efek mengagumkan pada beberapa pasien dan penyakit yg disebut di atas. Sebagai contoh, peningkatan level energi pasien, tekanan darah tinggi membuat normal, gula beranjak surut, kanker menghilang lenyap dan banyaknya pengurangan kasus kedinginan dan influensa, dan lain lain Bagaimanapun, beberapa pasien tidak akan nampak mengalami perbedaan sangat besar pada gejala mereka setelah konsumsi chlorella dalam kaitan dengan permasalahan unik individu mereka ( Sebagai contoh, kompleksitas dari penyakit mereka). Chlorella bukanlah suatu obat, oleh karena itu mungkin tidak menjernihkan gejala tertentu sebagaimana obat melakukannya. Tetapi dengan konsumsi chlorella secara terus-menerus, mereka akan memperoleh manfaat jangka panjang, tanpa efek samping obat.
Banyak suplemen di pasaran mungkin berisi bahan-kimia buatan (yaitu, kebanyakan vitamin C di dalam format suplemen adalah tiruan, yang tidak mempunyai bio-energy ( chi, Qi) seperti di vitamin C chlorella). Tumbuhan hijau lain seperti spirulina, rumput gandum atau jewawut hijau, tidak memiliki dinding sel setebal chlorella dan tidak memiliki CGF, oleh karena itu berbeda dibanding chlorella.
kita mungkin secara sadar atau tidak sadar mengkonsumsi makanan atau air yang berisi pestisida, obat pembasmi serangga, logam berat, material radio-aktif, bahan-kimia sintetis dalam kaitan dengan makanan aditip artificial ( seperti penyedap rasa, pewarna dan bahan pengawet). Kita juga kemungkinan menghirup udara yg tercemar polusi lingkungan yang menyebabkan penyakit. Hal yang wajar bagi kita untuk mengkonsumsil chlorella sebagai pencegahan penyakit, detoxify badan kita tiap hari, juga untuk meremajakan ( untuk memperbaiki dan membangun kembali RNA kita dan DNA), untuk meningkatkan sistem kekebalan kita, dan untuk menyembuhkan badan kita sebelum gejala penyakit muncul. Ini adalah salah satu metoda pencegahan terbaik sebagaimana kami selalu menekankan TCM, juga salah satu contoh " menjadikan makanan sebagai obat terbaik kita."

My Further Observation
Baru-Baru ini, beberapa pasien sudah mencapai kesadaran mereka dari "pikiran kabur". Yang lain melaporkan pikiran mereka jadi lebih rileks dan merasakan lebih baik. Hal ini berarti Chlorella juga membantu jiwa ( shen). Beberapa orang yang sudah mengkonsumsi chlorella dalam jangka panjang secara mendasar mengakui energi seksual mereka meningkat yang mana di sisi lain menandakan bagaimana jing ( inti sari reproduktif) dari chlorella meningkatkan jing manusia, menurut penjelasan TCM.

TEKNIK LABOLATORIUM

1. CAWAN PETRI




Cawan Petri atau telepa Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkan sel. Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Alat ini digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakteri, khamir, spora, atau biji-bijian. Cawan Petri plastik dapat dimusnahkan setelah sekali pakai untuk kultur bakteri (Anonim, 2009). Cawan petri juga dapat digunakan untuk melihat perkecambahan benih atau untuk mengobservasi hewan kecil (York High School Elmhurst Illinois, 2000). Cawan petri dapat digunakan untuk mengkultur bakteri ataupun sebagai display lingkungan tertutup bagi insekta dan pembenihan tanaman. Cawan petri ini terbuat dari polistiren bening dan steri

Cawan Petri atau telepa Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkan sel. Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Cawan Petri dinamai menurut nama penemunya pada tahun 1877, yaitu Julius Richard Petri (1852–1921), ahli bakteri berkebangsaan Jerman.


Kegunaan

Alat ini digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakteri, khamir, spora, atau biji-bijian. Cawan Petri plastik dapat dimusnahkan setelah sekali pakai untuk kultur bakteri. Selain itu juga sering sekali untuk menjaga sterilitas saat kultur jaringan.


2. OBJEK GLASS


3. COVER GLASS



4. TABUNG REAKSI BESAR

5. TABUNG REAKSI KECIL


Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat media pertumbuhan mikroba alam bentuk media tegak atau miring yang disumbat dengan kapas, dibulatkan lalu disterilkan dengan kapas berada tetap di atasnya dan diikat (Anonim, 2009). Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik atau aluminium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar). Untuk membuat agar miring, perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi.Tabung reaksi yang disterilkan di dalam autoklaf harus ditutup dengan kapas dan aluminium foil (Taiyeb, 2001).

6. VOLUMETRIK



Pipet Volumetrik
Ciri-ciri :
o Jarak antar skala rapat
o Meruncing di bagian ujung
o Menggunakan karet hisap dalam menggunakannya
Fungsi :
o Untuk mengambil dan memindahkan zat cair

7. LABU UKUR




Alat ini dipakai untuk membuat larutan standar dengan volume tertentu misalnya 10, 25, 50 mL. Jangan gunakan beaker glass untuk membuat larutan standar sebab labu ukur lebih presisi.
Labu Ukur adalah sebuah perangkat yang memiliki kapasitas antara 5 mL sampai 5 L dan biasanya instrumen ini digunakan untuk mengencerkan zat tertentu hingga batas leher labu ukur. Alat ini biasanya digunakan untuk mendapatkan larutan zat tertentu yang nantinya hanya digunakan dalam ukuran yang terbatas hanya sebagai sampel dengan menggunakan pipet. Dalam sistem pengenceran, untuk zat yang tidak berwarna, penambahan aquadest sampai menunjukkan garis meniskus berada di leher labu. Untuk zat yang berwarna, penambahan aquadets hingga dasar meniskus yang menyentuh leher labu ( meniskus berada di atas garis leher ).
Sebelum menggunakan instrumen ini, labu ukur harus dicuci terlebih dahulu. Lebih baik menggunakan sabun agar zat – zat yang tidak dibutuhkan dapat terlarut dan akhirnya terbuang. Dalam keadaan bagaimanapun, labu ukur yang kering sangatlah baik untuk digunakan.
Dalam rangka melakukan kerja rutin di laboratorium, tidaklah luar biasa untuk memiliki larutan encer atau mengurangi kepekatan mereka dengan menambahkan sejumlah pelarut. Banyak bahan kimia laboratorium dibeli dalam bentuk larutan air yang pekat karena inilah cara pembelian yang paling ekonomis. Tetapi biasanya bahan kimia ini terlalu pekat untuk langsung digunakan, dan karenanya harus diencerkan. Proses pengenceran melibatkan pencampuran suatu larutan pekat dengan pelarut tambahan untuk memberikan volume akhir yang lebih besar. Selama proses ini, banyak mol yang dalam larutan tetap, dan hanya volumenya yang bertambah. Fakta ini mebentuk dasar untuk mengerjakan soal yang mebahas pengenceran. Ada beberapa langkah dalam mempersiapkan suatu larutan dengan molaritas tertentu:
• Zat terlarut ditimbang teliti ke dalam sebuah labu volumetri ( labu ukur ).
• Ditambahkan air suling.
• Campuran digoyang melingkar ( diolek ) untuk melarutkan zat terlarut
• Setelah ditambahkan air lagi, digunakan pipet tetes untuk menambahkan air dengan hati – hati sampai volume permukaan cairan tepat berimpit dengan tanda lingkaran pada leher labu.
• Labu disumbat dan kemudian dikocok agar larutan seragam
c. Kalibrasi Labu ukur 100 ml
• 1) Mengambil aquadest dengan menggunakan pipet volume 25 ml
• 2) Memindahkan aquades dari pipet volume tersebut ke dalam labu ukur 100 ml sesuai prosedur yang baik dan benar
• 3) Melakukan kegiatan 1 dan 2 sebanyak 4 kali
• 4) Membersihkan labu ukur bagian atas dengan garis tera dengan menggunakan kertas saring.
• 5) Mengamati miniskus bawah berimpitan dengan garis tera atau tidak. Jika melebihi atau kurang dari garis tera maka memberi garis tanda tera baru dengan menggunakan sepidol.

DESKRIPSI BURUNG PIPIT

SISTEMATIKA

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Estrildidae

Genus: Lonchura

Spesies: L. leucogastroides



DESKRIPSI
Burung kecil, dari paruh hingga ujung ekor sekitar 11 cm. Burung dewasa dominan coklat tua di punggung, sayap dan sisi atas tubuhnya, tanpa coretan-coretan. Muka, leher dan dada atas berwarna hitam; dada bawah, perut dan sisi tubuh putih bersih, nampak kontras dengan bagian atasnya. Sisi bawah ekor kecoklatan. Burung muda dengan dada dan perut coklat kekuningan kotor. Jantan tidak berbeda dengan betina dalam penampakannya.
Iris mata coklat; paruh bagian atas kehitaman, paruh bawah abu-abu kebiruan; kaki keabu-abuan.
KEBIASAAN DAN PENYEBARAN
Burung yang sering ditemui di lingkungan pedesaan dan kota, terutama di dekat persawahan. Memakan padi dan aneka biji-bijian, bondol jawa kerap mengunjungi sawah, padang rumput, lapangan terbuka bervegetasi dan kebun. Burung ini sering turun ke atas tanah atau berayun-ayun pada tangkai bunga rumput memakan bulir biji-bijian.
Bondol jawa umumnya hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil, termasuk bercampur dengan jenis bondol lainnya seperti dengan bondol peking (L. punctulata). Kelompok pada mulanya terdiri dari beberapa ekor saja, akan tetapi di musim panen padi kelompok ini dapat membesar mencapai ratusan ekor. Nampak menyolok di sore hari pada saat terbang dan hinggap bersama-sama di pohon tempat tidurnya. Kelompok yang besar seperti ini dapat menjadi hama yang sangat merugikan petani padi.
Burung ini sering bersarang di pekarangan dan halaman rumah, di pohon-pohon yang bertajuk rimbun, pada ketinggian 2 – 10 m di atas tanah. Sarang berupa bola yang dibangun dari daun dan bunga rumput berlapis-lapis, diletakkan tersembunyi di antara daun-daun dan ranting, atau di celah tangkai daun palma. Tercatat berbiak di sepanjang tahun, setiap kali bertelur bondol jawa meletakkan 4-5 butir telur yang berwarna putih. Besarnya sekitar 14 x 10 mm
Sarang bondol jawa, di pohon jambu semarang
Berbunyi halus, cri-ii, cri-i.. atau ci-ii..; dan pit.. pit.. . Namun dalam kelompok, terutama ketika bertengger bersama, suara-suara ini jadi cukup membisingkan. Demikian pula suara anak-anaknya yang baru menetas.
Bondol jawa terutama tersebar di Jawa dan Bali, hingga ketinggian 1.500 m dpl. Juga didapati di Lombok, Sumatra bagian selatan, dan diintroduksi ke Singapura.

Disney Characters Pictures

Disney Characters Pictures

Rabu, 23 November 2011

BIOLOGI SEL

BAB I
PENDAHULUAN

Protein termasuk zat yang vital dalam tubuh manusia. Protein terdiri dari asam amino. Ternyata protein dapat mempengaruhi sifat suatu organisme. Mempengaruhi juga proses proses dalam tubuh. Sebagai contoh, enzim adalah zat yang tersusun atas protein. Jika terjadi kesalahan pada pembentukan protein, tentu saja akan menyebabkan enzim yang disusun tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Protein dibuat dalam sel-sel tubuh melaluh beberapa tahapan yang cukup kompleks. Dimakalah ini akan dibahas sintesa protein atau pembentukan protein dalam sel-sel tubuh. Namun sebelumnya, kita mesti tahu DNA dan RNA. Dua hal yang sangat penting dalam sintesa protein. DNA (DeoxiribonucleoAcid) atau biasa disebut asam nukleat terdapat dalam nucleus sel. DNA tersebut berada di dalam kromosom. DNA terdiri dari rantai ganda double helix yang saling berpilin. DNA Terdiri dari pospat, gula deoxiribosa, dan basa nitrogen. Basa nitrogen yang ada pada DNA terdiri dari basa purin yang terdiri dari Adenin (A) dan Guanin (G) dan pirimidin yang terdiri dari Cytosin (C) dan Timin (T). A selalu berpasangan dengan T dan G selalu berpasangan dengan C. Sedangkan RNA (RibonucleoAcid) terdiri dari rantai tunggal. Sama halnya dengan DNA, RNA terdiri atas pospat, gula, dan basa nitrogen. Namun perbedaannya, gula di RNA adalah gula Ribosa. Dan basa nitrogennya purin sama dengan DNA, namun pirimidin pada RNA berbeda dengan DNA. Yaitu pada RNA Cytosin (C) dan Urasil (U).
Dalam pembentukan protein melalui proses yang panjang yaitu, Pada awal proses, enzim polimerase membuka DNA. DNA tersebut terdiri dari utas Sense dan Nonsense. Utas sense membentuk RNAd sesuai urutan basa nitrogennya. Pemanjangan RNA ini juga dibantu oleh Enzim polimerase. Proses pembuatan RNAd ini disebut Transkripsi. Setelah RNAd terbentuk, RNAd keluar dari nucleus menuju ribosom. Setelah sampai pada

rani biologi

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPI DI DUNIA
Kopi sebagai salah satu komoditi non migas, memiliki pasaran yang cukup mantap di pasaran dunia, sebab dari berbagai penjuru dunia banyak orang yang suka minum kopi, karena kopi dapat diolah menjadi minuman yang lezat rasanya. Badan yang lemah dan rasa kantuk dapat hilang, setelah minum kopi panas. Apalagi orang yang sudah menjadi pecandu kopi, bila tidak minum kopi rasanya akan capai dan konsentrasi dalam berpikir terasa berkurang.
Tanaman kopi adalah suatu jenis tanaman tropis, yang dapat tumbuh dimana saja, terkecuali pada tempat-tempat yang terlalu tinggi dengan temperatur yang sangat dingin atau daerah-daerah yang tandus yang memang tidak cocok bagi kehidupan tanaman. Daerah-daerah di bumi ini yang tidak cocok untuk ditanami tanaman kopi, yaitu pada garis Lintang Utara Lautan Pasifik, daerah tropis di gurun Sahara, dan garis Lintang Selatan seluruh Lautan Pasifik serta Australia disebelah Utara dimana tanahnya sangat tandus.
Pada mulanya orang minum kopi bukanlah kopi bubuk yang berasal dari biji, melainkan dari cairan daun kopi yang masih segar atau ada pula yang menggunakan kulit buah yang disedu dengan air panas. Sudah barang tentu rasanya tidak seenak kopi bubuk, namun dapat juga menyegarkan badan, sehingga penggemarnyapun belum begitu meluas. Setelah ditemukan cara memasak kopi bubuk yang lebih sempurna, yaitu menggunakan biji kopi yang masak kemudian dikeringkan dan dijadikan bubuk sebagai bahan minuman, akhirnya penggemarnya cepat meluas. Negara pemakai kopi pertama-tama adalah Arabia (pertengahan abad XV) dan kemudian menyebar luas di negara Timur Tengah, seperti Kairo pada tahun 1510 dan Konstantinopel (Turki) lebih kurang pada tahun 1550. Selanjutnya pada tahun 1616 kopi ini mulai masuk Eropa, yakni di Venesia. Sedangkan di Inggris pemakaian kopi baru pada tahun 1650.
Sampai sekarang kita ketahui bahwa kopi dan teh merupakan dunia yang sangat penting di dunia Barat. Walaupun asal kopi itu dari negara Afrika, tetapi sedikit sekali penduduk asli yang minum kopi. Di Ethiopia, kopi itu diminum dengan makanan lemak, selain bijinya daunnya pun dapat disedu dengan air panas.
Nama-nama jenis tanaman kopi sulit ditentukan, karena spesies ditentukan oleh beberapa pengarang buku dari 25 sampai 100 lebih. Wellman (1961) menyusun daftar sebanyak 64 spesies, tetapi ada yang dianggap hanya sebagai varietas saja. Maka jenis spesies yang tepat kurang lebih ada 60. Kebanyakan spesies itu terdapat di Afrika Tropis, yaitu sebanyak 33 Spp, 14 Spp di Madagaskar, 3 Spp di Mauritius dan Reunion, 10 Spp di Asia Tenggara.
Ditinjau dari segi ekonomis, Spp yang terpenting ialah (Coffea arabica = kopi Arabika) yang menghasilkan 90% dari kopi dunia pada waktu belum ada Robusta (J.E. Purseglove); Coffea canephora 9% dan Coffea liberica kurang dari 1%.
Spesies-spesies yang banyak dipakai berdasarkan sejarah perkembangan tanaman kopi di dunia adalah sebagai berikut:
1. Kopi Bungalensis heyne et Wild; terdapat secara liar di Benggala, Birma, Sumatera, dan adapula yang terdapat di India
2. Kopi Congensis, Froehn. Berasal dari Congo, kopi ini mirip dengan kopi Arabika yang disilang dengan Coffea canephora menjadi hibrida Congesta di Jawa. Mungkin satu bentuk dari Coffea canephora.
3. Kopi Eugenioides, S. Moore. Berasal dari Congo, Uganda, dan Tanzania, sedikit mirip dengan Coffea arabica. Kopi ini banyak pula ditanam, tetapi kandungan Coffein rendah.
4. Kopi Exselsa, A. Chev. Berasal dari Afrika Barat, bisa tumbuh sampai tinggi, daun besar, buah juga besar tapi tetapi biji kecil. Tanaman ini baik di Afrika
5. Barat maupun Filipina, sedangkan di Jawa tidak banyak ditanam. Kopi ini banyak digolongkan Coffea liberica, tetapi buah dan biji jauh lebih kecil.
6. Kopi Recemosa, Lour. Berasal dari Mozambik dan kopi ini banyak ditanam di daerah setempat. Tanaman berbentuk perdu bercabang banyak, buah kecil berwarna merah.
7. Kopi Stenophylla G. Don. Berasal dari Afrika Barat dan banyak ditanam di sana, pohon kecil, bila buah masak berwarna biru hitam, biji lebih kecil daripada Arabika dan rasanya kurang enak.
8. Kopi Zangeubarise Lour. Berasal dari Zanzibar, di daerah asal tersebut kopi banyak ditanam. Buah dan biji mirip dengan kopi Arabika.
















COFFEA ARABICA
(kopi arabika)



A. MORFOLOGI
Coffea arabica adalah spesies asli yang berasal dari Ethiopia. Tumbuh di Afrika barat, India barat, Brazil dan Jawa. Tanaman ini termasuk dalam familia Rubiaceae (kopi-kopian) dan genus Coffea. Coffea arabica merupakan tanaman perdu tahunan yang memiliki akar tunggang. Tingginya antara 7-12 m dan mempunyai cabang. Percabangan sekunder sangat aktif bahkan pada cabang primer di atas permukaan tanah membentuk kipas berjuntai menyentuh tanah. Panjang cabang primer rata-rata mencapai 123 cm sedangkan ruas cabangnya pendek-pendek. Batang tanaman Coffea arabica berkayu, keras dan tegak dengan warna putih keabu-abuan.
Pada ruas-ruas cabang tanaman terdapat daun yang lebat. Daun tersebut tunggal dan berbentuk bulat telur. Tepi daun rata dengan ujung yang runcing. Namun, pada bagian pangkal terlihat tumpul. Daun tanaman Coffea arabica ini mempunyai panjang kira-kira 5-15 cm dan lebar 4-6,5 cm. Secara keseluruhan, daun tampak mengkilat dengan bentuk pertulangan daun menyirip. Daun yang sudah tua berwarna hijau tua, sedangkan daun yang masih muda (flush) berwarna coklat kemerahan. Apabila tanaman Coffea arabica ditanam tanpa penaung, tepi daun menjadi bergelombang dan helaian mengatup ke atas. Oleh karena itu, sepintas bentuk daun tampak oval meruncing ramping. Dalam kondisi normal ada penaung, daun berbentuk oval datar memanjang dan berwarna hijau sangat tua.
Bunga tanaman Coffea arabica merupakan bunga majemuk (muncul secara berkelompok). Bunga ini tumbuh di ketiak daun dengan bentuk menyerupai payung. Mahkota bunga berbentuk bintang dan berwarna putih. Masing-masing bunga mempunyai diameter sekitar 1-1,5 cm. Tanaman kopi umumnya akan mulai berbunga setelah berumur ± 2 tahun. Mula-mula bunga ini keluar dari ketiak daun yang terletak pada batang utama atau cabang reproduksi. Tetapi bunga yang keluar dari kedua tempat tersebut biasanya tidak berkembang menjadi buah, jumlahnya terbatas, dan hanya dihasilkan oleh tanaman-tanaman yang masih sangat muda. Bunga yang jumlahnya banyak akan keluar dari ketiak daun yang terletak pada cabang primer. Bunga ini berasal dari kuncup-kuncup sekunder dan reproduktif yang berubah fungsinya menjadi kuncup bunga. Kuncup bunga kemudian berkembang menjadi bunga secara serempak dan bergerombol.
Tidak berbeda dengan bunganya, buah tanaman ini juga tumbuh berkelompok atau bergerombol. Walaupun ukuran buah cukup besar, dompolan buah kurang rapat. Buah yang masih muda berwarna hijau bersih, sedangkan buah yang sudah masak berwarna merah cerah. Bentuk buah adalah bulat telur dengan diameter lebih kurang 10-15 mm. Di dalamnya terdapat biji yang berjumlah dua berbentuk bulat panjang. Berat 100 buah masak merah rata-rata 196 gram.

B. ANATOMI

Pada penampang melintang biji kopi tampak spermoderm yang terdiri dari satu lapis sel batu, dinding tebal, lumen lebar, bernoktah, bentuk dan ukuan bermacam-macam, tunggal atau berkelompok. Perisperm terdiri dari sel parenkim yang berbentuk hampir segi empat, dinding tebal, dan lumen lebar. Pada sel yang lebih besar dinding berpenebalan tidak merata, berisi tetes minyak dan aleuron, kadang-kadang butir-butir pati. Serbuk kopi berwarna coklat kehitaman. Fragmen pengenal adalah sel batu lumen lebar bernoktah, parenkim dinding tipis, dan lapisan pigmen parenkim tetes minyak.

C. FISIOLOGI

Tanaman ini termasuk dalam golongan tanaman C3 karena fiksasi karbon organik pertama ialah senyawa berkarbon tiga, 3-fofogliserat. Tumbuhan C3 yaitu tumbuhan yang fiksasi karbon awal terjadi melalui rubisco, enzim siklus Calvin yang menambahkan CO2 pada ribulosa bifosfat. Tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomata tertutup pada hari yang panas dan kering.
Kandungan yang ada yaitu Kafein 1-2 %, tanin, asam klorogenat (kafeotanat), lemak, gula & pentosan.
Beberapa sifat penting Kopi Arabika :
• Daerah yang ketinggiannya antara 700-1700 m dpl dan suhu 16-20° C.
• Daerah yang iklimnya kering atau bulan kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut, yang sesekali mendapat hujan kiriman.
• Umumnya peka terhadap serangan penyakit HV, terutama bila ditanam di dataran rendah atau kurang dari 500 m dpl.
• Rata-rata produksi sedang(4,5-5ku kopi beras/ha/th), tetapi mempunyai harga dan kualitas yang relatif lebih tinggi dari kopi lainnya. Bila dikelola secara intensif produksinya bisa mencapai 15-20 ku/ha/th. Rendemen ± 18%.
• Umumnya berbuah sekali dalam setahun.
Beberapa varietas kopi yang termasuk kopi arabika dan banyak diusahakan di Indonesia antara lain; Abesinia, Pasumah, Marago Type dan Congensis. Masing-masing varietas tersebut mempunyai sifat agak berbeda dengan yang lainnya.
Jenis-Jenis Kopi yang termasuk Golongan Arabika :

JENIS KETERANGAN
Abesinia Bentuk pohon lebih kekar, bisa ditanam di dataran yang lebih rendah, lebih resisten terhadap penyakit HV.
Pasumah Bentuk pohon lebih kekar, agak resisten terhadap penyakit HV.
Margo Type Ukuran buah lebih besar dan kualitas lebih baik.
Congensis Biji berukuran sangat kecil, kurang produktif tetapi resisten terhadap penyakit HV.